PAWAI OGOH-OGOH: DARI BHUTA KALA SAMPAI JIN ALADIN

Sangsit, 5 Maret 2011- Pawai ogoh-ogoh di Desa Sangsit terlaksana sangat meriah. Kurang lebih 24 buah ogoh-ogoh diarak keliling desa oleh warga desa. Ada yang berwujud Bhuta Kala, Rangda, Figur Pawayangan, bahkan sampai berwujud orang Funk dan Jin Aladin. Ogoh-ogoh yang berukuran besar sampai kecil.
Pawai ogoh-ogoh dimulai kurang lebih pukul 6.30 Wita, setelah warga desa selesai melakukan persembahyangan di perempatan desa. Pawai dimulai dengan ogoh-ogoh dari Banjar Tegal yang mengarak kurang lebih 5 buah ogoh-ogoh. Setelah banjar Tegal, diikuti oleh arak-arakan Banjar Celuk, disusul arak-arakan Banjar Sema dan diikuti banjar-banjar yang lainnya.
Warga Desa Sangsit berbondong-bondong memadati pinggri Jalan Raya Sangsit-Air Sanih, dari Peken Sangsit sampai Lapangan Desa Sangsit, guna menyaksikan pawai yang diadakan setahun sekali ini. Warga mulai berdatangan kurang lebih pukul 5.30 Wita untuk mendapatkan tempat yang stategis.
Pesta Kembang Api dan Petasan
Selain dimeriahkan dengan penampilan penari-penari yang dibawa langsung oleh para banjar yang mengarak ogoh-ogohnya, pawai ogoh-ogoh kali ini diwarnai dengan pesta kembang api dan petasan. Ratusan kembang api dinyalakan silih berganti dengan interval yang tidak ditentukan. Langit yang mendung menjadi tampak cerah dengan sinar-sinar kembang api yang diarahkan ke udara. Begitu juga petasan, mulai dari petasan yang kecil hingga yang besar dan dari yang bunyinya biasa saja hingga yang menyerang gendering telinga, dibunyikan dan ditembakkan ke udara. Hal ini menambah semaraknya perayaan pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi di Desa Sangsit. (ari)

0 comments: